Re-hydrate

Halo semua! Setelah dua tahun di rumah aja dan akhirnya tetap kena si virus nakal. Bulan Maret lalu, saya memberanikan diri untuk pergi liburan. Sebenernya ini keputusan besar sih buat keluarga kecil kami. Mengingat, betapa parno-nya kami dengan kondisi pandemi. Merencanakan dan memikirkan liburan saja ini bikin saya stres. Saya mendadak lebih sering ngik-ngik, pokoknya… Continue reading Re-hydrate

Ketemu Psikolog Anak

Mumpung lagi di Tasik, yang kemana-mana deket plus gampang, saya menyempatkan untuk bikin janji dg psikolog anak. Sebenernya gak ada kondisi khusus yang bikin kami harus menemui seorang ahli. Hanya saja, berhubung akan mulai sekolah formal beberapa bulan lagi, saya ingin diobservasi psikolog aja terkait kesiapan si unyil. Beberapa hari sebelumnya, saya sudah briefing sih… Continue reading Ketemu Psikolog Anak

Seni Mengelola Emosi

Belakangan saya merasa sulit mengontrol emosi. Hanya karena tingkah kecil, seringkali saya langsung tersulut amarah. Padahal secara kondisi, saya tengah berlibur di rumah orangtua. Tapi, entah kenapa saya merasa lebih sensitif dari biasanya. Beruntung, saya kebagian slot webinarnya Parentalk x Goodenoughparent yang pas banget pula bahasannya, tentang marah sama anak tuh wajar gak sihh. Ibu… Continue reading Seni Mengelola Emosi

Tumbang Juga

... semua akan covid pada waktunya. Familiar banget gak sih sama kata-kata tersebut? Sejak awal pandemi sampai detik ini, saya masih parno sama virus ini. Saya juga benci banget sama kata-kata itu. Seakan semuanya pasti. Padahal, menurut saya, masih bisa banget lhooo sampai gak kena tuh. Masih mungkin bangeeeet diusahakan. Terutama buat keluarga kecil kami… Continue reading Tumbang Juga

Belajar Tentang Islam Lewat Anak Sekolah

Sudah sejak tahun ajaran bulan Juli kemarin, saya mengikuti sebuah preschool online. Saya masih ingat, waktu itu random menemukannya karena saya ingin mengisi aktivitas Ramadhan buat si unyil. Mengingat usianya sudah 3 tahun dan saya pikir bisa ih diajak belajar. Lalu ketemu lah sama akun ini, yang sayangnya pendaftarannya sudah ditutup. Alhamdulillah, saya pantengin terus… Continue reading Belajar Tentang Islam Lewat Anak Sekolah

Akhirnya… sunat!

Halo semua! Sudah lama bangeeeet ingin sharing pengalaman si unyil ((yang akhirnya)) di sunat 😀 Jujur sih ya, kalau dulu sebelum menikah dan punya anak laki-laki, saya tidak pernah menganggap sunat itu hal besar. Semacam, ya sudah emang harus dan kewajiban. Saya kurang empati rasanya sama anak laki-laki, hanya menjudge perempuan juga melahirkan ((lebih sakit)).… Continue reading Akhirnya… sunat!

Menelisik Lebih Senyap dari Bisikan

Beberapa waktu yang lalu, saya diinvite masuk ke grup sekolah si unyil. Di sana kita harus memperkenalkan diri, sudah lama sekali rasanya gak ada yang tanya; apa hobimu. Setelah saya pikir lama, hobi saya ternyata masih tetap seperti dulu saya belum menjadi seorang ibu. Menulis dan membaca. Sayang, hobi membaca buku fisik sudah lama saya… Continue reading Menelisik Lebih Senyap dari Bisikan

Vaksin di Transmart Dewi Sartika Depok

Holaa! Kabar baik hari ini pertumbuhan ekonomi kita naik jadi 7,07 persen, semoga aja petanda baik ini juga sejalan sama penanganan covid yak. Sejak pandemi, titik cerah yang ditunggu-tunggu adalah hadirnya vaksin. Sebagai tim pro vaksin, saya percaya vaksin bisa mengurangi risiko berat kalau terinfeksi. Masalahnya, saya awalnya ragu dengan distribusi vaksin. Apakah yang berprivilej… Continue reading Vaksin di Transmart Dewi Sartika Depok

Vaksin No Antri dan Drama (Finally!)

Setahun lalu, pas diumumin kalau kita memasuki masa pandemi. Yang pertama kali ada di benak saya, huaaa gimana vaksin? Kebetulan waktu itu genap, anak saya 2 tahun. Pas banget berderet jadwal vaksin menanti kan? Berhubung kasus pertama yang ketauan itu di Depok, jujur saya takut banget bawa anak ke RS untuk vaksin. Akhirnya, saya tunda… Continue reading Vaksin No Antri dan Drama (Finally!)

Momster, Makan Enak, dan Rumah Rapih

Pernah gak sih ngerasa ingin teriak sekenceng-kencengnya pas si bocah berulah? Rasanya di dalam diri kita tuh mendidih banget, udah gak inget deh teori mindfullness parenting. Pokoknya cuma ingin marah aja >.< Yep, itu yang saya alami belakangan. Entah pengaruh pandemi yang bikin kita jadi multiperan, atau saya yang kurang hepi, mungkin kelelahan, si unyil… Continue reading Momster, Makan Enak, dan Rumah Rapih

Pecah Telor (1)

Selama pandemi, saya bisa hitung jari deh kemana aja dan ketemu siapa aja. Saking memang, 95 persennya ya di rumah aja. Bosen? Ofkors. Mumet? Bangeeeet. Tapi gimana ya, sadar diri aja sih, karena apalah saya ini cuma warga biasa ajaaa yang tanpa privilij. Hari biasa dan wiken, rasanya gak bisa bedain, karena kegiatannya ya berjalan… Continue reading Pecah Telor (1)

Buku Anak Favorit + Best Buy

"Yang, tolong ya B harus suka baca buku. Jangan kaya aku." begitu kata suami saya, saat si unyil masih bayi merah. Tanpa diminta pun, sebenarnya saya memang berniat mendekatkan dia dengan buku. Sesuatu yang memang sejak kecil begitu saya cintai, hingga kini. Bermula dari media sebagai stimulasi saat bayi dan pernah saya post disini, saya… Continue reading Buku Anak Favorit + Best Buy

Bebenah

Sejak kecil, saya lebih familiar dengan bebenah rumah ketimbang masak-masak di dapur. Mungkin karena kebiasaan kecil kami dulu, korpe setiap hari Sabtu dan Minggu juga. Waktu kecil rasanya saya selalu ngomel-ngomel, gak paham, ini kenapa ih Sabtu Minggu gak bisa leyeh-leyeh nonton kartun. Kenapaaaa TV dimatiin, rak-rak digeser, kasur diberdiriin, karpet dicuci, hordeng dicuci, HUHUHU… Continue reading Bebenah

Kenapa Balance Bike?

Kok sepedanya gak ada pedalnya? Begitu komentar yang pertama dilontarkan oleh tetangga, bahkan keluarga kami, pertama kali melihat si unyil naik sepeda hijaunya. Kepada tetangga biasanya saya hanya menjawab singkat, "Iya ini sepeda keseimbangan." Nah, bagian tersulit waktu menjelaskan ke Kakek Nenek si unyil alis mama papa saya. :)) "Jangan aneh-aneh deh, De! Beli yang… Continue reading Kenapa Balance Bike?

Group Support Sesama Ibu

Dalam perjalanan menuju 3 tahun ini, rasanya yang bikin dunia ibu menjadi tetap waras dan menyenangkan adalah karena saya punya banyak group support sesama ibu. Grup yang di dalamnya tuh kita gak tau siapa saja mereka, tapi kita tau mereka sama seperti kita: seorang ibu. Yang setiap hari struggling sama bocah dan kehidupan sebagai istri.… Continue reading Group Support Sesama Ibu

Bertahan

Judul headline Kompas hari ini, rasanya sangat mewakili banget perasaan saya atau bahkan kita semua? Mengakhiri tahun berat ini, dengan mengafirmasi diri sendiri : Terimakasih diri sudah bekerja keras untuk bertahan. You are enough. Yes, bertahan untuk gak maksain diri pergi liburan karena denial terhadap kondisi positive rate yang tinggi. Bertahan dari godaan diskon besar… Continue reading Bertahan

Kesadaran VS Consent

"Makanya mungkin selama ini banyak hal yang sebenernya sepele yang gue alamin, tapi bikin reaksi gue mungkin ya berlebihan. Sedih berlebih, marah berlebih, apa-apa berlebih.. Karena semuanya udah terlalu numpuk, terpendam di otak dan hati gue. Rasanya capek banget." Di balik keramahan, kepolosan sosoknya, ternyata ada beban masa lalu yang super kelam menghantuinya. Mungkin kalau… Continue reading Kesadaran VS Consent

Refleksi Ibu Junior

Semua wanita sudah menjadi seorang ibu bahkan sejak mengandung. Fase transisinya mau diakui atau nggak, super berat. Dalam perjalanannya ini, semua hal tentang perasaan ibu selalu dinomor duakan. (seolah-olah) Ibu harus kuat. Begitu lingkungan kita mendikte dan mendeskripsikan kehidupan ibu. Padahal menjadi ibu bukan berarti gak boleh merasa capek, kesal, dan perasaan manusiawi lainnya. Semua… Continue reading Refleksi Ibu Junior