Vaksin No Antri dan Drama (Finally!)

Setahun lalu, pas diumumin kalau kita memasuki masa pandemi. Yang pertama kali ada di benak saya, huaaa gimana vaksin? Kebetulan waktu itu genap, anak saya 2 tahun. Pas banget berderet jadwal vaksin menanti kan? Berhubung kasus pertama yang ketauan itu di Depok, jujur saya takut banget bawa anak ke RS untuk vaksin. Akhirnya, saya tunda… Continue reading Vaksin No Antri dan Drama (Finally!)

Momster, Makan Enak, dan Rumah Rapih

Pernah gak sih ngerasa ingin teriak sekenceng-kencengnya pas si bocah berulah? Rasanya di dalam diri kita tuh mendidih banget, udah gak inget deh teori mindfullness parenting. Pokoknya cuma ingin marah aja >.< Yep, itu yang saya alami belakangan. Entah pengaruh pandemi yang bikin kita jadi multiperan, atau saya yang kurang hepi, mungkin kelelahan, si unyil… Continue reading Momster, Makan Enak, dan Rumah Rapih

Pecah Telor (1)

Selama pandemi, saya bisa hitung jari deh kemana aja dan ketemu siapa aja. Saking memang, 95 persennya ya di rumah aja. Bosen? Ofkors. Mumet? Bangeeeet. Tapi gimana ya, sadar diri aja sih, karena apalah saya ini cuma warga biasa ajaaa yang tanpa privilij. Hari biasa dan wiken, rasanya gak bisa bedain, karena kegiatannya ya berjalan… Continue reading Pecah Telor (1)

Buku Anak Favorit + Best Buy

"Yang, tolong ya B harus suka baca buku. Jangan kaya aku." begitu kata suami saya, saat si unyil masih bayi merah. Tanpa diminta pun, sebenarnya saya memang berniat mendekatkan dia dengan buku. Sesuatu yang memang sejak kecil begitu saya cintai, hingga kini. Bermula dari media sebagai stimulasi saat bayi dan pernah saya post disini, saya… Continue reading Buku Anak Favorit + Best Buy

Bebenah

Sejak kecil, saya lebih familiar dengan bebenah rumah ketimbang masak-masak di dapur. Mungkin karena kebiasaan kecil kami dulu, korpe setiap hari Sabtu dan Minggu juga. Waktu kecil rasanya saya selalu ngomel-ngomel, gak paham, ini kenapa ih Sabtu Minggu gak bisa leyeh-leyeh nonton kartun. Kenapaaaa TV dimatiin, rak-rak digeser, kasur diberdiriin, karpet dicuci, hordeng dicuci, HUHUHU… Continue reading Bebenah

Kenapa Balance Bike?

Kok sepedanya gak ada pedalnya? Begitu komentar yang pertama dilontarkan oleh tetangga, bahkan keluarga kami, pertama kali melihat si unyil naik sepeda hijaunya. Kepada tetangga biasanya saya hanya menjawab singkat, "Iya ini sepeda keseimbangan." Nah, bagian tersulit waktu menjelaskan ke Kakek Nenek si unyil alis mama papa saya. :)) "Jangan aneh-aneh deh, De! Beli yang… Continue reading Kenapa Balance Bike?

Group Support Sesama Ibu

Dalam perjalanan menuju 3 tahun ini, rasanya yang bikin dunia ibu menjadi tetap waras dan menyenangkan adalah karena saya punya banyak group support sesama ibu. Grup yang di dalamnya tuh kita gak tau siapa saja mereka, tapi kita tau mereka sama seperti kita: seorang ibu. Yang setiap hari struggling sama bocah dan kehidupan sebagai istri.… Continue reading Group Support Sesama Ibu

Bertahan

Judul headline Kompas hari ini, rasanya sangat mewakili banget perasaan saya atau bahkan kita semua? Mengakhiri tahun berat ini, dengan mengafirmasi diri sendiri : Terimakasih diri sudah bekerja keras untuk bertahan. You are enough. Yes, bertahan untuk gak maksain diri pergi liburan karena denial terhadap kondisi positive rate yang tinggi. Bertahan dari godaan diskon besar… Continue reading Bertahan

Kesadaran VS Consent

"Makanya mungkin selama ini banyak hal yang sebenernya sepele yang gue alamin, tapi bikin reaksi gue mungkin ya berlebihan. Sedih berlebih, marah berlebih, apa-apa berlebih.. Karena semuanya udah terlalu numpuk, terpendam di otak dan hati gue. Rasanya capek banget." Di balik keramahan, kepolosan sosoknya, ternyata ada beban masa lalu yang super kelam menghantuinya. Mungkin kalau… Continue reading Kesadaran VS Consent

Refleksi Ibu Junior

Semua wanita sudah menjadi seorang ibu bahkan sejak mengandung. Fase transisinya mau diakui atau nggak, super berat. Dalam perjalanannya ini, semua hal tentang perasaan ibu selalu dinomor duakan. (seolah-olah) Ibu harus kuat. Begitu lingkungan kita mendikte dan mendeskripsikan kehidupan ibu. Padahal menjadi ibu bukan berarti gak boleh merasa capek, kesal, dan perasaan manusiawi lainnya. Semua… Continue reading Refleksi Ibu Junior

Saatnya Toilet Training

SEBAGAI orangtua gen alfa yang hidup dengan kemudahan informasi seputar parenting hacks, rasanya sulit sekali untuk mengerem tombol ambisius. Semacam, anak lain bisa, anak gue pun harus. Huh. Mau diakui apa engga, kita tuh jadi terobsesi menerapkan gaya atau sistem yang diklaim bagus hari ini, padahal belum tentu anak kita suka atau sesuai. Sejak pindah… Continue reading Saatnya Toilet Training

Pelan

Nasik yang kedua kali ini, saya bener-bener sadar deh: kalau ini tuh zona nyaman kami berdua. Haha! Pagi-pagi tanpa keriweuhan beberes bagi tugas, bisa milih macem-macem sarapan yang rasanya sudah pasti enak. Bangun pagi bisa buka jendela sambil menghirup udara segar. Atau sekedar duduk di teras sambil lihat langit yang jam 5 pagi aja sudah… Continue reading Pelan

Menyapih dengan Lagu

Selain hamil dan melahirkan, momen paling saya syukuri dan feel alive juga adalah menyusui. Walaupun menyakini, setiap anak juga dikasih Allah bersamaan dengan makannya. Nyatanya dengan banyak faktor, tidak semua berkesempatan menyusui. Dan it's okay.. Kita semua tetap ibu. Perjalanan menyusui yang ternyata tidak mudah, akhirnya sampai juga di waktu akhir. B harus saya sapih. Saya… Continue reading Menyapih dengan Lagu

Adaptasi yang Terlambat

Sejak memutuskan menikah tahun 2017 lalu, nyaris 60 persen waktu kami habiskan dalam hubungan jarak jauh. Awal menikah, lantaran saya masih kerja di Tasik dan suami di Bandung kami hanya bertemu di saat akhir pekan. Sampai dua bulan kemudian, saya hamil dan terpaksa resign. 😅 Barulah kami mencoba menjalani hidup berumah tangga dengan tinggal bareng.… Continue reading Adaptasi yang Terlambat

Perdana Keluar

Keberanian itu tiba-tiba saja muncul. Pagi ini saya mendadak mantap untuk keluar rumah. Keluar dari pagar komplek, untuk sebentar saja lihat dunia luar. Dunia yang rasanya terpaksa saya tinggalkan sejak awal Maret lalu.. Cuaca pukul 6.30 di Depok ini memang terbaik. Adem, angin sepoi-sepoi, matahari keluar walaupun masih malu-malu menyinari, dan langit yang super biru.… Continue reading Perdana Keluar

Mengadaptasi Montessori dalam Beraktivitas di Rumah

"Saya sih gak berharap banyak, ibu-ibu keluar dari pintu sana, bisa mendapatkan pembedaharaan baru, inspirasi baru, semangat baru buat beraktivitasi sama si kecil." Begitu kurang lebih pembuka dari dr. Pinansia Finska Poetri, montessori enthusiast yang juga konselor laktasi dari Surabaya dalam workshop How to Start Montessori Inspired at Home for Little Ones, Minggu 24 November… Continue reading Mengadaptasi Montessori dalam Beraktivitas di Rumah

Ngajokja Part Sekian

"Ngapain sih ke Jogja? Gak bosen emangnya?" 🤦 Begitu kurang lebih ekspresi mereka kemarin yang tau kita bakal melancong ke sana lagi. Hehe. Buat saya dan suami apa ya, Jogja macem indomie goreng sih. Nagih-nagih, gitu. Gimana yak, atmosfir di sana enak aja sih. Sukaaa! Yang pasti nih, kita kangen makan gudeg asli yang kreceknya… Continue reading Ngajokja Part Sekian

Sebuah Pembelaan Tentang Tren

Suami saya mengeluhkan gembolan yang selalu banyak ketika kami berpergian. Satu koper, satu tas duffle, satu ransel, dan satu tote bag isi makanan. Oh ya, saya juga bawa satu tas sling. "Makanya, mama dulu waktu anak masih kecil-kecil, paling males pergi-pergian. Mendingan di rumah aja," celetuk si Enin ketika kami hendak berangkat ke Stasiun, kamis… Continue reading Sebuah Pembelaan Tentang Tren